Pengembangan Peta Konsep Pada Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Matematis Siswa

Saiful Bahri

Abstract


Kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi merupakan kemampuan kognitif yang sangat penting untuk di ukur pada matematika. Kemampuan ini pada kenyataanya masih tergolong rendah. Siswa masih mengalami kesulitan saat mengerjakan soal cerita sehingga untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi menggunakan peta konsep dengan model problem based learning. Penelitian ini dikategorikan ke dalam penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Pretes Posttest Control Group Design. Dalam rancangan ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk mengetahui sejauh mana kesiapan siswa menerima pembelajaran pada pokok bahasan persamaan linier tiga variabel dan untuk mengetahui apakah kemampuan sesuai atau tidak, maka dilakukan tes awal (pretes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengembangan peta konsep pada model PBL untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, (2) terdapat pengembangan peta konsep pada model PBL untuk meningkatkan komunikasi matematis siswa, (3) 85% aktivitas siswa meningkat dengan penerapan model PBL berbantuan peta konsep dan (4) proses   penyelesaian   masalah   yang   dibuat   oleh   siswa   dalam menyelesaikan masalah dengan peta konsep pada model PBL menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan sebelum diberikan pembelajaran dengan menggunakan peta konsep.

References


Ansari, B.I. 2004. Strategi Pembelajaran Matematika. Jurnal Pendidikan, 2(1).

Atun, I. 2006. Pembelajaran Matematika Dengan Strategi Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah dan Komunikasi Siswa. Bandung: Program Pasca Sarjana UPI Bandung.

Dahar, R.W. (1991). Teori-teori Belajar. Jakarta : Depdikbud-P2LPTK.

Depdiknas. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.

Gusti. 2009. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Instruction) Dalam Pembelajaran Matematika.

Herman, T. 2006. Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemempuan Berpikir Matematis Tingkat Tinggi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bandung: Disertasi pada PPS Universitas Pendidikan Indonesia.

Irwan. (2009). Penerapan Siklus ACE Menggunakan Peta Konsep untuk Meningkatkan Kemampuan Pembuktian (Tesis). Medan: PPs UNIMED

Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Yang Disempurnakan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

NCTM. 2000b. Mathematics Assesment: A Practical Handbook for Grades 6-8.Reston, VA: NCTM.

Panjaitan, D. J. (2018). Peningkatan Pemahaman dan Aplikasi Konsep Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning. Jurnal MathEducation Nusantara, 1(1), 52-59.

Ram, P. 1999. Problem-Based Learning in undergraduate education: A sophomore chemistry laboratory. Journal of Chemical Education. 76(8): 1122 – 1126

Sumarno, dan Utari. (1994). Suatu Aternatif Pengajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah pada siswa SMA. Laporan Penelitian FPMIPA. IKIP Bandung

Trianto. 2007. Model Pembelajaran Innovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka




DOI: https://doi.org/10.54314/jmn.v3i1.96

JURNAL MATHEDUCATION NUSANTARA ISSN : 2614-512X (Print) ISSN : 2614-5138 (Online) Published by Program Pascasarjana UMN Al Washliyah